05 Jan

Mengapa online store sepi dari pembeli?

Sudahkah anda identifikasi penyebab online store sepi dari pembeli secara efektif? Mungkinkah hal-hal di bawah ini penyebabnya? Simak masukan para ahli di sini! Dalam menjalankan bisnis online, memang tak ada jaminan bahwa kamu akan terus mencapai penjualan yang tinggi. Meskipun bisnis berbasis internet sedang populer dan menjadi tren hidup baru, namun bisnis online tetaplah sebuah bisnis yang bisa mengalami penurunan omzet karena sepinya pembeli. Jika kamu sedang mengalami keadaaan sepinya pembeli di online store, maka waspadalah dan segera bergerak untuk menemukan penyebabnya.

1.Online store acak-acakan dan ruwet

Setelah melakukan modifikasi tampilan website, mungkin saja kamu melakukan kesalahan yang membuat toko online menjadi kotor dan berantakan. Bagaimana bisa? Meski tak bisa dirasakan secara langsung, toko online memang bisa saja menciptakan kesan yang tidak rapi atau kotor dari sebuah pandangan. Kotor dan berantakannya toko online bisa dikenali dari beberapa hal seperti penggunaan widget yang tidak penting dan berlebihan, navigasi yang tidak nyaman atau adanya widget pop-up ads yang mengganggu. Beberapa widget yang ada atau berlebihan, selain menciptakan kesan kotor, juga bisa membuat akses menuju toko online-mu menjadi semakin berat. Bagaimana menata website dengan benar? Kami bisa bantu dengan cara seperti ini. Jika kamu memang mendapatkan beberapa hal tersebut di website toko online, maka kamu harus segera bergerak untuk memperbaikinya. Jangan sampai keadaan ini dibiarkan berlarut-larut sampai pengunjungmu berpindah ke toko online yang lain. Kebersihan dan kerapihanlah yang akan membuat setiap pengunjung betah dan senang berbelanja di toko online-mu.

2.Harga ketinggian

Faktor berikutnya yang bisa membuat toko online-mu sepi dari pembeli adalah terlampau tingginya harga produk yang dicantumkan. Apapun jenis usahanya, harga memang akan menjadi sesuatu yang sangat sensitif bagi pembeli. Maka dari itu, sebelum mencantumkan sebuah angka, alangkah baiknya jika kamu melakukan survei harga ke beberapa tempat yang menjual produk sejenis. Dengan langkah ini, kamu akan mendapat harga pasar yang akan membuatmu tidak salah langkah dalam menentukan harga produk. Harga produk yang kompetitif pun akan membuat pengunjung senang dan puas.

3. Konsumen kurang direspon

Bayangkan apa yang dapat terjadi saat konsumen kamu merasakan pelayanan yang buruk dari sebuah bisnis? Tentu saja mereka akan merasa kecewa dan mungkin tidak akan pernah belanja lagi ke toko online kamu. Layanan memang akan menjadi sesuatu yang penting bagi keberlangsungan bisnis. Kenapa demikian? Ini karena layanan menjadi faktor penentu puas atau tidaknya konsumen dalam berbelanja. Semakin puas konsumen, maka akan semakin besar pula kesempatan kamu untuk tetap bertahan atau bahkan menjadi yang terdepan dalam bisnis online. Maka dari itu, hal-hal seperti respon keluhan yang tanggap, pengiriman yang cepat serta layanan belanja yang mudah merupakan beberapa hal dari layanan yang harus kamu ciptakan untuk membuat toko online tetap mendapatkan tempat di hati para konsumen.

4. Penjelasan yang berlebihan

Jangan kaget jika konsumen justru akan menghindari online store jika kamu terlalu berlebihan dalam memberikan deskripsi produk. Meski deskripsi produk memang merupakan hal yang harus ada dan jelas dalam setiap produk yang dijual, namun bukan berarti kamu bisa membuatnya terlalu panjang sampai memudarkan minat pengunjung untuk memahaminya lebih jauh. Yang perlu kamu ketahui adalah bahwa saat ini konsumen sudah cukup pintar untuk mengetahui sebuah produk dengan segala kelebihan dan kekurangannnya. Maka dari itu, hindari pembuatan deskripsi berlebihan yang bisa menjadikan konsumen malas untuk berbelanja. Jelaskan produk yang kamu jual secara jujur, jelas dan apa adanya. Paling tidak inilah faktor-faktor yang bisa menjadikan toko online sepi pembeli. Untuk itulah saat kamu mendapatinya di toko online, kamu harus secepat mungkin bisa mengeliminasinya agar konsumen tidak beralih ke kompetitor lain.

Sumber : sirclo.com & dari sumber lainnya